Ruqyah sakit ayan/epilepsi
seseorang yang bernama M. SYAHRUDIN datang ke klinik kami untuk berobat atas penyakit yang dideritanya yang sudah sangat lama sekali yaitu penyakit epilepsy/ayan/kejang-kejang.Hidup normal adalah dambaan setiap orang, termasuk dambaan M. SYAHRUDIN karena selama bertahun-tahun dia mengalami gangguan yang tidak kunjung sembuh dan sangat menyakitkan, dia bercerita kepada kami : “suatu hari dia sedang berjalan sendiri di kebun yang biasa di laluinya pergi dan pulang dari sekolah. Pada waktu itu dia duduk dikelas 2 SMP dan saat itu usianya baru 14 thn. Dalam perjalanan pulang dari sekolah dia melewati sekumpulan pemuda yang sedang mabuk-mabukan dikebun tersebut dan mereka memanggil M. SYAHRUDIN untuk bergabung bersama mereka. M. syahrudin ketakutan atas ajakan mereka sehingga dengan cepat dia melarikan diri dan menjauh dari para pemabuk tersebut. Para pemabuk tersebut mengejarnya dengan cepat, lalu M. syahrudin bersembunyi di semak-semak agar tidak terlihat oleh para pemabuk yang mengejarnya tersebut. Secara tiba-tiba datang sekelebat bayangan hitam menghampirinya dan para pemabuk tersebut tidak bisa menemukannya lagi. Setelah para pemabuk tersebut membubarkan diri maka dia keluar dari persembunyiannya kemudian pulang kerumahnya. Sejak kedatangan bayangan hitam dikebun itulah dia mulai sering kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.” Keluhan penyakit epilepsy/kejang-kejang yang diderita oleh M. syahruddin sudah berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Selanjutnya kami perintahkan kepadanya untuk berwudhu’ kemudian berbaring sambil membaca istighfar 10X. Kami mulai membacakan kepadanya surat AL-FATIHAH dan surat AL-BAQARAH. Pada saat sampai pembacaan ayat KURSI maka tubuh pasien tersebut mulai berguncang-guncang bergerak bagaikan gerakan ular yang meliuk-liuk, kami terus membacakan ayat-ayat berikutnya lalu terlihat tubuh pasien tersebut semakin keras terguncang-guncang. Untuk menjaga stamina dan kesehatan pasien agar tetap terjaga maka terapi rukyah kami hentikan, dan terapi rukyah berikutnya kami lakukan 3 hari kemudian. Pada terapi rukyah yang ke 2 ini, ternyata reaksi guncangan tubuh pasien agak berkurang juka dibandingkan dengan terapi rukyah yang pertama. Selanjutnya pasien kami berikan amalan-amalan harian agar terhindar dari gangguan makhluk jahat. Kemudian kami adakan lagi terapi rukyah yang ke 3 kalinya dan alhamdulillah reaksi guncangan tubuh pasien yang biasanya keras berangsur-angsur menjadi melemah dan tubuh menjadi tenang. Pada saat terapi yang ke 3 kali inilah pengaruh makhluk gaib yang menyebabkan pernyakit epilepsy/kejang-kejang yang menimpa M. syahrudin menghilang selamanya. Alhamdulillah berkat rahmat ALLAH SWT saudara M. syahrudin diberikan kesehatan, hidup normal dan tidak kambuh-kambuh lagi selamanya. Insya allah. (M.Syahrudin, 23th, alamat : Kembang Kerang, kec. Aik Mel – Lombok Timur. NTB).
